Pakaian Adat Sulawesi Selatan Lengkap dengan Gambar dan Penjelasan

31

Provinsi Sulawesi Selatan memiliki Ibukota bernama Makassar. Ibu kota Provinsinya terletak di 0°12′ – 8° Lintang Selatan dan 116°48′ – 122°36′ Bujur Timur. Luas wilayahnya 45.764,53 km². Provinsi Sulawesi Selatan dihuni oleh penduduk dari beberapa etnis atau suku, yaitu Bugis (41,9%), Makassar (25,43%), Toraja (9,02%), Mandar (6,1%) dan sisanya merupakan suku adat Duri, Pattinjo, Bone, Maiwa, Endekan, Pattae, Kajang/Konjo serta penduduk pendatang dari pulau lain di Indonesia. Suku/ethnis yang ada di Sulawesi Selatan, memiliki keragaman budaya dan adat istiadanya. Diantaranya adalah baju adat, berikut ini merupakan pakaian adat yang berasal dari Sulawesi Selatan :

#1 Pakaian adat Pria Makassar

pakaian adat sulawesi selatan

Busana adat pria Makasar terdiri atas baju, celana atau paroci, kain sarung atau lipa garusuk, dan tutup kepala atau passapu. Baju yang dikenakan pada tubuh bagian atas berbentuk jas tutup atau jas tutu dan baju belah dada atau bella dada. Model baju yang tampak adalah berlengan panjang, leher berkrah, saku di kanan dan kiri baju, serta diberi kancing yang terbuat dari emas atau perak dan dipasang pada leher baju. Gambaran model tersebut sama untuk kedua jenis baju pria, baik untuk jas tutu maupun baju bella dada.

Hanya dalam hal warna dan bahan yang dipakai terdapat perbedaan di antara keduanya. Bahan untuk jas tutu biasanya tebal dan berwarna biru atau coklat tua. Adapun bahan baju bella dada tampak lebih tipis, yaitu berasal dari kain lipa sabbe atau lipa garusuk yang polos, berwarna terang dan mencolok seperti merah, dan hijau. Khusus untuk tutup kepala, bahan yang biasa digunakan berasal dari kain pasapu yang terbuat dari serat daun lontar yang dianyam. Bila tutup kepala pada busana adat pria Makassar dihiasi dengan benang emas, masyarakat menyebutnya mbiring. 

#2 Pakaian adat Wanita Makassar

pakaian adat sulawesi selatan

Busana adat wanita Makasar terdiri atas baju dan sarung atau lipa. Ada dua jenis baju yang biasa dikenakan oleh kaum wanita, yakni baju bodo dan baju labbu dengan kekhasannya tersendiri. Baju bodo berbentuk segi empat, tidak berlengan, sisi samping kain dijahit, dan pada bagian atas dilubangi untuk memasukkan kepala yang sekaligus juga merupakan leher baju. Adapun baju labbu atau disebut juga baju bodo panjang, biasanya berbentuk baju kurung berlengan panjang dan ketat mulai dari siku sampai pergelangan tangan. Bahan dasar yang kerap digunakan untuk membuat baju labbu seperti itu adalah kain sutera tipis, berwarna tua dengan corak bunga-bunga. Kaum wanita dari berbagai kalangan manapun bisa mengenakan baju labbu.

Pasangan baju bodo dan baju labbu adalah kain sarung atau lipa, yang terbuat darI benang biasa atau lipa garusuk maupun kain sarung sutera atau lipa sabbe dengan warna dan corak yang beragam. Namun pada umumnya, warna dasar sarung Makasar adalah hitam, coklat tua, atau biru tua, dengan hiasan motif kecilkecil yang disebut corak cadii.

#3 Pakaian adat suku Bugis

pakaian adat sulawesi selatan

Adapun pakaian adat untuk pria disebut baju balla dada, atau baju yang berbentuk jas yang tertutup, yang pada umumnya menggunakan warna merah, biru, dan warna hitam. Bawahannya kain sarung songket yang disebut rope. Terdapat juga keris yang disebut tataroppeng dan hiasan kepala bernama sigara. Sedangkan untuk wanitanya menggunakan baju bodo berbentuk segi empat, biasanya berlengan pendek, yaitu setengah atas bagian siku lengan. Walaupun potongan baju bodo mirip dengan baju kurung, tapi tentu saja berbeda. Baju bodo bisa dikatakan minim jahitan. Baju ini hanya menyatukan bagian kiri dan bagian kanan baju. Pada bagian leher tidak terdapat kerah baju seperti baju kurung.

  • Hiasan

Baca Juga: Pakaian Adat Gorontalo

Selain pakaiannya, terdapat juga beberapa haiasan yang sering digunakan yaitu :

  • Kawari (perisai khas)
  • Tombi diana (rantai khas yang terdiri dari kumpulan ringgit)
  • Tombi sare-sare (kain khusus dengan 4 warna)
  • Gelang (Gallang Balleq)
  • Jima Saletto (yang diikatkan di bahu lengan kiri)
  • Kaliki (Ikat pinggang)

Sungguh memang luar biasa indah dengan nilai budaya yag terkandung didalamnya setiap pakaian adat dari Sulawesi Selatan. Patut untuk terus dilestarika dan dijaga agar tetap bertahan di terwariskan hingga generasi selanjutnya yaitu anak dan cucu-cucu kita. Sehingga warisannya takkan hilang atau tergerus jaman.

A Wife, Learner and Dreamer .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here