Pakaian Adat Jawa barat Lengkap dengan gambar dan penjelasannya

Pakaian Adat Jawa barat Lengkap dengan gambar dan penjelasannya – Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indoneisa. Selain jumlah penduduk  yang besar, Jawa Barat juga memiliki Suku tertua yang sudah banyak dikenal seluruh Indonesia dan dunia yaitu suku Sunda. Puluhan abad yang lalu suku Sunda sudah memiliki budaya yang terwarisi hingga kini. Tidak hanya nilai-nilai kesopanan tetapi juga berupa alat musik tradisional, tarian tradisional, bahasa dan juga pakaian adat tradisionalnya.

            Pakaian Adat jawa barat tentunya memiliki keunikkan dan ciri khas tersendiri jika di bandingkan dengan pakaian adat tradisional di daerah nusantara lainnya. Selain itu filosofi yang terkandung dalam simbol Pakaian Adat Sunda sangat penting diketahui lebih jauh, tentunya dalam melestarikan budaya tradisional kita khususnya budaya Pakaian Adat Sunda. Karena kalau buka kita siapa lagi ? dan kalau tidak sekarang kapan lagi ? Oleh karenaya dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa Pakaian Adat Sunda dan filosofinya. Yuk langsung aja !

pakaian Adat jawa Barat

Pakaian Pangsi dan Kebaya ( Pakaian untuk Rakyat Biasa)

pakaian adat jawa barat

Pakaian untuk Rakyat Biasa ini terbagi menjadi dua yaitu untuk laki-laki dan perempuan :

Pakaian Pangsi merupakan pakaian adat sunda untuk kaum laki-laki berupa celana panjang  yang berbahan kain tipis dengan warna hitam. Ukurannya yang besar dan longgar menjadi ciri khas tersendiri atau orang sunda biasa menyebutnya dengan celana komprang. Celana tersebut menjulur sampai ke betis dan diikat dengan kain ataupun kulit. Sedangkan untuk bagian atasnya mengenakan pakaian yang biasa disebut Salontreng, sama halnya dengan bagian bawah warna yang ditonjolkan adalah hitam perpaduan keduanya dinamakan pakaian Pangsi. Untuk menambah ciri khasnya, biasanya dibagian depan badan disilingkan kain sarung bermotif kotak-kotak dan memakai sandal tarumpah atau sandal dari kayu. Sedangkan di bagian kepala biasanya ditambahkan logen (ikat kepala) dengan motif batik. Tokoh Kabayan biasanya menjadi icon untuk pakaian ini.

Pakaian Kebaya merupakan pakaian adat sunda untuk kaum perempuan. Untuk bagian atas memakai kain kebaya yang biasanya dilengkapi dengan batik. Adapun bagian bawah menggunakan kain batik yang panjang atau biasa disebut sarung kebat atau nama lain sinjang bundel, dimana umumnya dipakai seperti rok sampai dengan seukuran betis. Sedangkan untuk bagian alas kaki menggunakan sandal jepit Keteplek yang sudah menjadi ciri khas saat perempuan itu berjalan. Icon terkenal untuk menggambarkan pakaian ini biasanya adalah Nyi Iteung.

Pakaian Kebaya merupakan pakaian adat sunda untuk kaum perempuan. Untuk bagian atas memakai kain kebaya yang biasanya dilengkapi dengan batik. Adapun bagian bawah menggunakan kain batik yang panjang atau biasa disebut sarung kebat atau nama lain sinjang bundel, dimana umumnya dipakai seperti rok sampai dengan seukuran betis. Sedangkan untuk bagian alas kaki menggunakan sandal jepit Keteplek yang sudah menjadi ciri khas saat perempuan itu berjalan. Icon terkenal untuk menggambarkan pakaian ini biasanya adalah Nyi Iteung.

#2 Pakaian Adat jawa Barat : Bedahan dan Kebaya (Pakaian untuk Masyarakat Menengah)

Pakaian jenis kedua ini tentunya berbeda dengan pakain jenis pertama (rakyat biasa). Pakaian untuk Masyarakat menengah ini terlihat lebih elegan, gagah dan beribawa. Pakaian ini biasa digunakan oleh para dan saudagar-saudagar yang memiliki kemampuan mencukupi.Untuk pakaian dari kaum laki-laki biasanya menggunakan pakaian berwarna putih dengan lengan panjang seperti jas yang berbahahan cukup tebal. Pakaiannya biasa disebut dengan bedahan, agar terlihat elok bisa dipadukan dengan  kain kebat yang disarungkan ditambah diatas kepala menggunakan ikat kepala (bengker). Supaya terlihat berbeda dengan kaum rakyat biasa, biasanya ditambahkan aksesoris arloji dimana terdapat rantai emas yang menjutai hingga ke saku pakaian.

Pakaian Masyarakat Menengah untuk perempuan umumnya juga menggunakan kebaya, akan tetapi memiliki berbagai pililhan warna dan kain selendang (rok) tidak terlalu ketinggian alias menutup hingga bagian mata kaki. Perbedaan yang mencolok adalah di bagian kepala menggunakan sanggul dan di bagian alas kaki menggunakan selop yang tentunya menambah kesan kecantikkan dan keanggunan.

#3 Pakaian jenis Jas Beludru dengan Sulam Emas (Kaum Bangsawan)

pakaian adat jawa barat

Tingkatan paling tinggi ini berasal dari strata kaum bangsawan atau kerajaan dimana hanya orang-orang terpandang dan diistimewakan saja yang bisa memakainya.Teruntuk kaum pria bangsawan, pakaian yang dipakai adalah baju adat Sunda berjenis bahan Jas yang disulam dengan benang emas pada setiap ujung bagian lengannya.

Pada bagian bawah, menggunakan celana bermotif serupa denga jas dan ditambahkan sabuk emas. Pada bagian kepala ditutupi dengan bendo dan pada alas kaki menggunakan sandal selop. Semuanya menjadi kesatuan yang memberikan kesan kaum bangsawan yang begitu tenar.

Sedangkan untuk kaum perempuan bangsawan menggunakan kebaya berwana hitam dengan bahan beludro yang tentunya disulam dengan diberikan tambahan manik-mani. Kain kebat senantiasa dipakai dengan motif rereng sebagai bawahannya. Untuk bagian paling bawah, menggunakan alas kaki selop. Agar terkesan lebih ramai dan menjadi daya tarik biasanya ditambahkan aksesoris berupa cincin giwang, bros dan sanggul.

Beskap (Pakaian Sunda Kontemporer)

pakaian adat jawa barat

Pada jaman milenial ini, sering sekali daerah Jawa Barat mengadakan audisi untuk mencari duta daerah menjadi icon untuk memperkenalkan setiap potensi daerahnya masing-masing. Audisi tersebut biasa disebut audisi MOKA (Mojang Jajaka). Oleh karena itu munculah pakaian beskap.

Pakaian beskap merupakan pakaian yang diperuntukan bagi kaum laki-laki berupa kemeja resmi yang memiki tekstur agak tebal dan biasanya berwarna agak gelap. Ukuran pakaian beskap sengaja tidak dibuat secara simetris untuk mengatisipasi jika ingin ditambahkan aksesoris lain yaitu berupa keris. Bagian bawahnya pun menyamakkan dengan warna pakaian beskap. Tambahannya berupa bendo dikepala, selop di kaki dan tentunya selendang yang bernamakkan asal daerah nya masing-masing.

Sedangkan untuk perempuan (Mojang) memakai kebaya dengan menggunakan warna polos dan tentunya kain kebat sebagai bawahannya. Kemudian ditambahkan ikat pinggang (beubeur) untuk mengencangkan kain. Tak lupa selendang (karembong) dikenakkan juga selop pada alas kaki.

Sedangkan untuk perempuan (Mojang) memakai kebaya dengan menggunakan warna polos dan tentunya kain kebat sebagai bawahannya. Kemudian ditambahkan ikat pinggang (beubeur) untuk mengencangkan kain. Tak lupa selendang (karembong) dikenakkan juga selop pada alas kaki.

Penutup : Pakaian Adat Jawa Barat

baca juga : pakaian adat jawa tengah

            Setelah kita baca artikel tadi diharapkan lebih mampu menghargai budaya tanah air kita sendiri, khususnya budaya Sunda. Karena kini Pakaian Adat Sunda digunakan hanya pada acara-acara pernikahan atau pertemuan tertentu.Terlebih lagi kesan “kurang gaul” menjadi gengsi bagi anak-anak muda sekarang. Jangan sampai ketika budaya kita diakui negara lain baru kita mulai kebakaran jenggot dan sadar bahwa betapa berharganya budaya warisan Nenek Moyang kita.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.