1

Pendidikan Kewarganegaraan | Pengertian, Tujuan, dan Implementasinya

Pendidikan kewarganegaraan adalah pelajaran yang mengajarkan akan pentingnya nilai-nilai dari hak dan kewajiban suatu warga negara, dengan tujuan supaya setiap hal-hal yang di kerjakan itu bisa sesuai dengan tujuan dan juga cita-cita bangsa serta tidak melenceng dari apa yang di harapkan.

Karena sangat penting sekali pendidikan kewarganegaraan ini, maka pendidikan ini sudah diterapkan dimulai dari usia dini pada tiap-tiap jejang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga pada perguruan tinggi.

Pendidikan kewarganegaraan atau Civic Education merupakan penerapan dari civics (ilmu kewarganegaraan) dalam proses pendidikan/ pembelajaran, yang dapat diartikan bahwa program civic education ini materi utamanya adalah demokrasi politik.

bmi.bund.de

Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education)


Secara sederhana pendidikan kewarganegaraan merupakan bentuk dari pendidikan formal, seperti mata pelajaran dan mata kuliah serta kursus di lembaga sekolah/ unversitas, atau juga lembaga formal lain.

Pengertian pendidikan kewarganegaraan secara luas (citizenship education) tidak hanya mencakup sebagai bentuk pendidikan formal saja, tetapi juga dalam bentuk formal serta non-formal.

Bentuk-bentuk informal atau non-formal ini dapat berupakan program penataran atau program lainnya yang sengaja dirancang untuk memfasilitasi proses pendewasaan ataupun pematangan sebagai warga negara yang baik dan juga cerdas.

Dapat diartikan bahwa civic education merupakan bagian dari citizenship education. Civic education adalah citizenship education yang dilakukan melalui sekolah.


Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan


harakatuna.com

Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan pengetahuan/ wawasan, kesadaran bernegara, sikap dan perilaku cinta tanah air.

Dengan berdasarkan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, dan ketahanan nasional dalam diri dari masing-masing calon penerus bangsa yang sedang, mengkaji, yang akan menguasai ilmu pengetahuaan, teknologi dan seni.

Tujuan pendidikan kewarganegaraan yang paling utama adalah untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang memiliki sikap hidup yang baik sebagai warga negara Indonesia.

Pendidikan kewarganegaraan yang berhasil akan dapat membuahkan sikap mental yang cerdas dan penuh rasa tanggung jawab, sikap ini disertai dengan perilaku berikut:

1. Beriman & Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai-nilai falsafah bangsa.

2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam masnyarakat berbangsa & bernegara.

3. Rasional, dinamis, & sabar akan hak dan kewajiban warga negara.

4. Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.

5. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan juga seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.


Pendidikan Kewarganegaraan Secara Etimologi


youtube.com

Berawal dari istilah “Civic Education” diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Pendidikan Kewargaan dan akhirnya menjadi Pendidikan Kewarganegaraan.

Istilah “Pendidikan Kewargaan” diwakili oleh Azra dan Tim ICCE (Indonesia Center for Civic Education) dari Universitas Islam Negeri Jakarta, sebagai pengembang Civic Education pertama di perguruan tinggi.

Penggunaan istilah ”Pendidikan Kewarganegaraan” diwakili oleh Winaputa dkk. dari Tim CICED (Center Indonesia for Civic Education), Tim ICCE (2005: 6).

Menurut Zamroni (Tim ICCE, 2005:7) pengertian pendidikan kewarganegaraaan adalah:

“Pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktivitas menanamkan kesadaran kepada generasi baru, bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hak-hak warga masyarakat”.

Pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 (Depdiknas, 2006:49).


Hak dan Kewajiban Warga Negara


kawalnews.com

Hak dan kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang.

Bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tetapi pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya. Semua itu terjadi kerena pemerintah dan para penjabat tinggi lebih banyak mendahulukan hak daripada kewajiban.

Pendidikan kewarganegaraan adalah bentuk penyiapan generasi muda untuk menjadi warga negara Indonesia yang memiliki pengetahuan, kecakapan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

Demikian artikel mengenai pendidikan kewarganegaraan yang telah penulis rangkum. Semoga bermanfaat. Salam!

Keyword: pendidikan kewarganegaraan

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.