Sedikit Ulasan Sejarah Mengenai Konferensi Asia Afrika serta Hasilnya

40
Konferensi Asia Afrika
merdeka.com

Bagi Anda yang mengambil jurusan IPS ketika masih duduk dibangku SLTP, pastilah tidak asing dengan istillah konferensi Asi Afrika (KAA). Yup, konferensi ini adalah suatu konferensi tingkat tinggi yang dipelopori oleh negara-negara kawasan Asia dan Afrika.

Pada mulanya, dalam catatan sejarah KAA dilangsungkan pada tanggal 18-24 April 1955. Patut dicatat bahwa konferensi ini juga populer dengan sebutan Konferensi Bandung. Hal ini dikarenakan diselenggarakannya di Gedung Merdeka, yaitu di kota Bandung.

Negara-Negara Pencetus KAA

intisari.grid.id

Negara-negara yang tergabung dalam konferensi Asia Afrika ini memiliki tujuan yaitu untuk mempererat solidaritas negara-negara di Asia dan Afrika, khususnya melawan kolonialisme dan imperialisme barat.

Pada mulanya konferensi ini dipelopori dan diawali oleh 5 negara, yaitu:

  1. Indonesia
  2. India
  3. Burma (sekarang Myanmar)
  4. Pakistan
  5. Caylan (sekarang Sri Lanka).

Alasan dan yang Melatarbelakangi Konferensi Asia Afrika

kotakami.com

Presiden Indonesia pertama yaitu Presiden Soekarno menekankan pada Ali Sastroamidjojo untuk menyampaikan ide yang mana untuk menggelar Konferensi Asia Afrika.

Adapun maksud dari ide beliau ini diharapkan akan terciptanya solidaritas negara negara Asia Afrikah. Dengan adanya solidaritas ini diharapakan bisa terlepas dari konflik yang terjadi di negara masing-masing, khususnya di kawasan Asia dan Afrika.

Sebelum KAA, diawali dulu dengan konferensi Kolombo. Dalam konferensi awal ini dihadiri oleh 5 negara. Konferensi ini berlangsung antara 28 April sampai 2 Mei 1954.

Adapun tema pokoknya terkait masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama. Dalam konferensi ini Ali Sastroamidjojo mengusulkan untuk menggelar Konferensi Asia Afrika. Usul dari Ali ini diamini oleh 4 perwakilan negara lain.

Dalam konferensi ini, negara pencetus dan tokohnya, yaitu:

  1. Ali Sastroamidjojo (Perdana Menteri Indonesia)
  2. Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India)
  3. Mohammad Ali Bogra (Perdana Menteri Pakistan)
  4. Sir John Kotelawala (Perdana Menteri Ceylon)
  5. U Nu (Perdana Menteri Burma)

Tujuan diadakannya Konferensi Asia Afrika

  • Terjalinnya kerukunan antar umat beragama di wilayah Asia dan Afrika
  • Sumbangan untuk memajukan perdamaian dan kerja sama dunia
  • Gerakan politik untuk melawan kapitalisme asing
  • Menentang kolonialisme dan neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet dan negara imprialis

Peserta Konferensi Asia Afrika

blj.co.id

Negara-negara yang mengikuti Konferensi Asia Afrika sebagai berikut:

  1. Afganistan
  2. Arab Saudi
  3. Burma (sekarang Myanmar)
  4. Ceylon (sekarang Sri Lanka)
  5. China
  6. Ethiopia
  7. Filipina
  8. India
  9. Indonesia
  10. Irak
  11. Iran
  12. Jepang
  13. Kamboja
  14. Laos
  15. Lebanon
  16. Liberia
  17. Libya
  18. Mesir
  19. Nepal
  20. Pakistan
  21. Sudan
  22. Suriah
  23. Thailand
  24. Turki
  25. Vietnam
  26. Vietnam Selatan
  27. Yaman
  28. Yordania

Hasil Konferensi Asia Afrika yang Populer dengan istilah Dasasila Bandung

perpek.com

1. Menghormati hak-hak asasi manusia dan menghormati tujuan-tujuan dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB.

2. Menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah semua negara.

3. Mengakui persamaan derajat semua ras serta persamaan derajat semua negara besar dan kecil.

4. Tidak campur tangan di dalam urusan dalam negeri negara lain.

5. Menghormati hak setiap negara untuk mempertahankan dirinya sendiri atau secara kolektif, sesuai dengan Piagam PBB.

  • Tidak menggunakan pengaturan-pengaturan pertahanan kolektif untuk kepentingan khusus negara besar mana pun.
  • Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain mana pun.

6. Tidak melakukan tindakan atau ancaman agresi atau menggunakan kekuatan terhadap keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik negara mana pun.

7. Menyelesaikan semua perselisihan internasional dengan cara-cara damai, seperti melalui perundingan, konsiliasi, arbitrasi, atau penyelesaian hukum, ataupun cara-cara damai lainnya yang menjadi pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB.

8. Meningkatkan kepentingan dan kerja sama bersama.

9. Menjunjung tinggi keadilan dan kewajiban-kewajiban internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here