Pakaian Adat Sumatera Utara Beserta Gambar dan Penjelasan

53

Horas Bah ? mungkin itu kata yang paling populer ketika kita menginjakkan kaki di Sumatera utara. Provinsi dengan ibu kota Medan ini selaian mempunyai keindahan alam wisata seperti danau Toba. Ternyata juga menyelipkan keindahan nilai-nilai suku dan budaya.beberapa contoh suku besar yang ada di Sumatera Utara adalah suku batak, suku nias, suku mandailing dan suku simalungun.

Selain dari jenis suku yang majamuk, Sumatera Utara juga menyimpan niali budaya adat yang tinggi dan tak ternilaia harganya. Beberapa  contoh seperti tari-tarian, bahasa, senjata tradisional, bangunan rumah, nilai norma dan kesopanan ditambah juga berupa pakaian adat yang memiliki keunikkan tersendiri. Dalam artikel ini akan di bahas beberapa pakaian adat yang berasal dari Sumatera Utara.

Pakaian Adat Sumatera Utara

#1 Pakaian Adat Batak Toba

pakaian adat sumatera utara

Pakaian adat Batak Toba yang lebih dikenal sebagai Pakaian Adat Sumatera Utara adalah kain ulos. Kain ulos merupakan kain tenun khas batak yang ditenun menggunakan tangan. Pakaian tradisional yang disebut dengan Ulos Pinuncaan ini biasanya digunakan ketika terdapat upacara atau ritual seperti pernikahan atau pesta. Pakaian adat Batak Toba ini didominasi oleh warna hitam dan merah. Beberapa baju adat Batak Toba terbaru telah didominasi warna lainnya seperti warna putih dan keemasan. Ada satu hal yang unik pada baju adat ini yaitu pihak perempuan yang tidak menggunakan tutup kepala. Tutup kepala hanya digunakan oleh pihak laki-laki.

Pakaian laki-laki suku ini terdiri dari bagian yaitu untuk kepala, tubuh, dan perhiasan. Ulos biasanya digunakan untuk menutup kepala dan tubuh, ikat pinggang (gondit), dan seba-seba yang melingkari tubuh dari pinggang hingga lutut. Pihak laki-laki juga menggunakan celana panjang hitam. Perhiasan yang digunakan antara lain kalung emas (Borgut), tas sandang, Tukkot (tongkat) Tunggal Panaluon, dan Tittin (cincin).

#2 Pakaian Adat Simalungun

pakaian adat sumatera utara

Simalungun adalah kelompok etnis yang mendiami sebagian besar wilayah di Danau Toba, tepatnya daerah yang masuk Kabupaten Simalungun. Pakaian tradisional Simalungun identik dengan penggunaan hiou. itu adalah jenis kain tenun tradisional yang dipadukan dengan aksesori menarik.

#3 Pakaian Adat Batak Mandailing

pakaian adat sumatera utara
baju adat raja batak toba Sangat Murah Pakaian Adat Batak Angkola Murah Baju Adat Sumatera Utara historic

Suku Batak Mandailing memiliki Baju Adat Batak Mandailing yang biasa digunakan untuk pernikahan. Warna yang mednominasi baju adat ini adalah warna merah, keemasan, dan warna hitam. Pengantin pria menggunakan ampu-ampu atau penutup kepala yang dulu digunakan oleh raja-raja Mandailing. Penutup kepala ini biasanya berwarna hitam dengan hiasan berwarna emas. Baju yang digunakan adalah setelan jas yang disebut Baju Godang. Baju adat tersebut juga dilengkapi dengan ikat pinggan keemasan yang diselipi bobat (dua pisau kecil). Tak lupa kain songket Tapanuli dan gelang polos keemasan yang dipakai di lengan atas.

Pengantin wanita menggunakan Bulang (penutup kepala) yang berwarna keemasan dengan beberapa tingkat. Baju yang digunakan adalah baju kurung dengan bawahan kain songket. Pengantin wanita juga memakai ikat pinggang dengan selipan dua pisau kecil dan gelang berwarna keemasan. Selain itu, pengantin wanita juga menggunakan kalung berwarna hitam dengan ornamen keemasan yang menutup dada.

Baca Juga : Pakaian Adat Sulawesi Utara

#4 Pakaian Adat Nias

pakaian adat sumatera utara

Pakaian Adat Nias tradisional dipakai oleh suku Nias dari Kepulauan Nias seperti Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, dan juga Kabupaten Nias. Pakaian adat Nias berbeda jauh di antara kabupaten itu sendiri. Menggunakan warna khas kuning dan juga merah yang juga merupakan identitas Suku Nias. Tentunya juga memiliki makna tersendiri dari warna yang ditonjolkan.

Itu tadi merupakan pakaian adat dari Sumatera Utara. Cukup banyak dan bervariasi juga ya, karena setiap suku memiliki pakaian adatnya masing-masing. Indonesia memang kaya akan suku dan budaya, ayo kita generasi muda tetap lestarikan warisan dari nenek moyang kita.

A Wife, Learner and Dreamer .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here