6 Pakaian Adat Sulawesi Utara yang Wajib Kamu Ketahui

40
pakaian adat sulawesi utara

Selain kaya akan sumber daya alam Sulawesi Utara. juga kaya akan seni dan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang. Berbagai seni dan budaya dari berbagai suku yang ada di Provinsi Sulawesi Utara justru menjadikan daerah nyiur melambai semakin indah dan mempesona. Berbagai pentas seni dan budaya maupun tradisi dari nenek moyang memberikan warna tersendiri bagi provinsi yang terkenal akan kecantikan dan ketampanan nyong dan nona Manado.

Secara garis besar penduduk di Sulawesi Utara terdiri atas 3 suku besar yakni suku minahasa, suku sangihe dan talaud dan suku bolaang mongondow. Ketiga suku/etnis besar tersebut memiliki sub etnis yang memiliki bahasa dan tradisi yang berbeda-beda. Tak heran Provinsi Sulawesi Utara terdapat beberapa bahasa daerah seperti Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang, Ponosakan dan Bantik (dari Suku Minahasa), Sangie Besar, Siau, Talaud (dari Sangihe dan Talaud) dan Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang (dari Bolaang Mongondow)

Selain suku, Sulawesi utara juga mempunyai beberapa budaya pakaian adat, berikut ini akan dijelaskan beberapa pakaian adat Sulawesi Utara :

#1 Pakaian adat Bolaan Mongondow

pakaian adat sulawesi utara

Dilihat dari model atau wujudnya, busana adat tradisional daerah Bolaang Mongondow, banyak mendapat pengaruh dari budaya Melayu. Busana kaum wanita umumnya terdiri atas kain dan kebaya atau salu, sementara busana adat yang dikenakan oleh kaum pria terdiri atas ikat kepala atau mangilenso, baniang atau baju, celana dan sarung tenun. Dalam hal ini, busana adat tradisional kaum bangsawan tampil dengan ciri khas tersendiri. Detil, aksesoris, bahan serta pemilihan warnanya jauh mencolok seperti merah, ungu, kuning, keemaasan, dan hijau dipadu dengan aksesori yang terbuat dari emas.

#2 Pakaian untuk Bangsawan

pakaian adat sulawesi utara

Pakaian adat yang dikenakan oleh kaum bangsawan umumnya lebih beragam jika dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya, hal ini memiliki keterkaitan yang erat dengan kegiatan kerajaan maupun yang berkaitan dengan upacara di seputar lingkaran hidup mereka. Seperti upacara penobatan raja, penerimaan tamu-tamu kerajaan, atau busana yang khusus dikenakan untuk bekerja, busana bayi, busana pengantin, serta jenis busana yang dikenakan pada saat upacara kehamilan dan kematian. Pakaian adat ini memang terlihat lebih berbeda dibandingkan pakaian adat untuk rakyat biasa.

#3 Pakaian adat Kohongian

pakaian adat sulawesi utara

Pakaian adat ini berada satu level dibawah pakaian adat bangsawan dan biasanya digunaka untuk upacara-upacara pernikahan. Sehingga tidak bisa setiap saat dipakai. Anggota masyarakat juga bisa menggunakannya pada saat menjadi pengantin.

#4 Pakaian adat Simpal

pakaian adat sulawesi utara

Busana simpal merupakan busana yang khusus diperuntukkan bagi warga masyarakat yang termasuk ke dalam golongan pendamping pemerintah dalam kerajaan. Sehingga pendamping kerajaan juga memiliki ciri khas tersendiri. Tetapi juga sama halnya dengan busana kohongian, busana simpal pun dikenakan pada upacara pernikahan.

#5 Pakaian adat Bandang

pakaian adat sulawesi utara

Bandang ialah selembar kain berukuran 1,5 meter dengan lebar 5 sentimeter yang diletakkan di bahu kanan dan ujungnya diikat pada pinggang sebelah kiri. Bandang umumnya hanya digunakan oleh wanita biasa, sedangkan untuk wanita dari keturunan bangsawan menggunakan “kaduku atau animating” yang berguna untuk memperindah Laku Tepu dan melambangkan derajat sosial pemakainya.

Baca Juga : Pakaian Adat Riau

#6 Pakaian adat Boto Pusige

pakaian adat sulawesi utara

Boto Pusige dapat diartikan sebaai sanggul yang terletak di ubun-ubun kepala wanita. Sanggul ini biasanya dibuat dari rambut asli pemakainya. Untuk memperkuat sanggul  digunakan Sasusu Boto (tusuk Konde) yang ditusukkan dari sebelah kiri sampai kanan. Semakin tinggi Boto Pusige semakin indah.

Masih banyak sekali pakaian adat dari Sulawesi Utara dan daerah Nusantara lainnya yang perlu kita ketahu dan perlu kita pelajari. Semoga dengan membaca artikel ini mampu menambah wawasan dan menimbulkan rasa kecintaan terhadapan pakaian adat Nusantara.

A Wife, Learner and Dreamer .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here