Pakaian Adat Sulawesi Tenggara Lengkap dengan Gambar dan Maknanya

34

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Masyarakat biasanya menyingkatnya dengan “Sulteng”. Selain daerah wisatanya Sulawesi Tenggara juga memiliki berbagai suku dan budaya yang majemuk. Untuk suku sendiri yang menghuni di wilayah Sulawesi Tenggara terdapat suku Tolaki 36%, suku Buton 26%, suku Muna 19% , suku Morenene 10%, dan suku Wawoni 9%. Semua suku itu belum termasuk suku-suku kecil yang juga menghuni didaerah “Sulteng”.

Sedangkan untuk budaya sendiri Sulawesi Tenggara juga memiliki ciri khas tersendiri terutama pakaian adat. Pakaian adat yang awal mulanya dipakai dan digunakan oleh kaum bangsawan kini sudah mulai bisa digunakan untuk masyarakat tentunya pada acara-acara tertentu seperti upacara adat. Tujuannya adalah agar setiap warisan budaya dari leluhur terus dapat dilestarikan.

#1 Pakaian Adat Babu Nggawi Langgai

pakaian adat sulawesi tenggara

Pakaian adat ini pada bagian atas memiliki lengan panjang kemudian bagian depannya terbuka dan ditambahkan hiasan keemasan pada belahan baju, leher serta lengan. Hal itu dulu kaum bangsawan memiliki tingkatan materi yang lebih tinggi dibandingkan rakyat biasa. Sedangkan untuk bagian bawahnya menggunakan celana panjang pada bagian bawah sepanjang 10-15 cm ditambahkan juga saluara ala.

Pada setiap bagian pakaian memiliki fungsinya tersendiri yaitu,

  • Salupi (ikat pinggang emas)
  • Penutup kepala berbentuk runcing yang ditambahkan manik-manik (Pabele)
  • Leko (keris yang diselipkan untuk melindungi diri)

#2 Pakaian Adat Babu Nggawi

pakaian adat sulawesi tenggara

Pakaian adat ini digunakan oleh suku Tolaki, Sulawesi Tenggara Pada bagian atas (lipa hinoru) menggunakan blus panjang dengan bahu yang terputus-putus kemudian ditambahkan juga aksesoris untuk menambah kesan indah dan kepantasan. Sedangkan pada bagian bawah (roo mendaa) menggunaka rok panjang sampai kemata kaki kemudain juga ditambahkan hiasan berupa manik-manikemas. Motif dari rok itu sendiri adalah pinetobo,pinesowi dan pineburu mbaku. Aksesorisnya berupa :

  • Anting panjang
  • Kalung panjang
  • Gelang  bolusu
  • Gelang pinisu
  • Ikat pinggang

#3 Pakaian Adat Muna

pakaian adat sulawesi tenggara

Suku Muna merupakan salah satu suku yang memiliki populasi cukup besar di Sulawesi yaitu sekitar 19%. Suku Muna banyak menempati Kabupaten Muna di Sulawesi Tenggara. Sama halnya seperti suku yang lainnya, suku Muna juga memiliki pakaian adat yang menjadi ciri khas suku ini. Baju Adat Muna Sulawesi Tenggara terdiri atas pakaian adat pria dan baju adat wanita. Untuk pakaian adat pria biasanya mereka menggunakan bhatu (baju), bheta (sarung), sala (celana), dan songko (kopiah) atau yang biasanya digantikan dengan kampurui (ikat kepala).

Serangkaian pakaian tersebut adalah yang dipakai sehari-hari oleh para pria suku Muna. Kebanyakan bhatu atau baju yang digunakan oleh suku Muna ialah baju lengan pendek berwarna putih. Tak lupa ikat kepala berbahan kain dengan corak batik. Bawahan yang digunakan dalah sarung berwarna merah dengan corak geometris horizontal. Ditambah dengan ikat pinggang berwarna kuning yang terbuat dari logam. Fungsi dari ikat pinggang ini adalah untuk penguat sarung dan juga sebagai tempat menyelipkan senjata.

Kesemuannya itu jika dipakai dan dipadukkan akan menajdikan kepantasan dan terlihat ciri khas daerah Sulawesi Tenggaranya. Pakaian yang tadinya hanya diperuntukkan untuk kaum bangsawan kini masyarakat biasa pun bisa memakiannya.

Baca Juga: Pakaian Adat Jawa Timur

Keunikkan dan ciri khas yang ada pada pakaian adat Sulawesi Tengah merupakan warisan budaya dari nenek moyang untuk kita jaga dan rawat. Karena setiap daerah memiliki budayanya sendiri dan tentunya kapan lagi kalau tidak dimulai dari sekarang kita mulai mengenal dan melestarikannya.

A Wife, Learner and Dreamer .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here