Dwisara A Wife, Learner and Dreamer .

Pakaian Adat Sulawesi Tengah Lengkap dengan Gambar dan Penjelasan

Pulau Sulawesi merupakan salah satu pulau besar di Indonesia dimana terdapat 5 provinsi di dalamnya. Salah satu provinsinya adalah Sulawesi Tengah. Jika dibandingkan dengan empat provinsi lainnya di pulau Sulawesi, provinsi Sulawesi Tengah merupakan pulau dengan wilayah terluas terbesar. Dimana didalamnya terdapat berbagai jenis suku dan yang paling dikenal adalah 8 suku besar diantaranya suku kaili, suku saluan, suku toli-toli, suku Gorontalo, suku pamona, suku babasul, suku bugis dan suku mori. Dengan keberagaman suku tentunya beragam juga budaya dan istiadatnya, salah satunya adalah pakaian adatnya.

Pakaian adat di Sulawesi Tengah memang beragam dan memiliki keunikkan dan ciri khas masing-masing. Tentunya merupakan warisan nenek moyang yang kini senantiasa terus dilesatrikkan pada sehari-sehari atau acara-acara tertentu. Langsung saja kita tengok beberapa pakaian adat dari Sulawesi Tengah.

#1 Pakaian adat Kaili

pakaian adat sulawesi tengah

Suku kaili merupakan suku mayoritas yang berada diwilayah Sulawesi Tengah yaitu dengan 20% yang tersebar. Suku kaili juga memiliki pakaian adat yang dinamakkan baju Nggembe dan Koje. Pakaian tersebut biasanya digunakan oleh remaja putri pada saat upacara adat. Pakaiannya terdiri dari blus longgar yang panjang dengan kerah bulat yang berbentuk segi empat.

Untuk menambahkan keindahan dan keramaian biasanya ditambahkan aksesoris yaitu gemo (kalung), sampo dada (penutup dada), ponto date (gelang panjang), dan taroe (anting panjang). Pada bagian bawah biasanya menggunakan sarung tenun donggala atau biasa disebut buya sabe kumbeja. Tentunya dengan kombinasi tersebut menjadikan  kombinasi yang begitu bagus.

Laki-laki sendiri menggunakan pakaian adat bernama koja. Dibagian atas berupa kemeja dengan lenga panjang yang diapakai secara rapi da kerah yang tegak. Sedangkan untuk bagian bawahnya menggunakan celana panjang atau biasa disebut paruka pajana yang menjulur kebawah hingga ke mata kaki.

#2 Pakaian Adat Mori

pakaian adat sulawesi tengah

Pakaian ini menjadi ciri khas di daerah Morowali dan yang menggunakannya adalah wanita setempat dan biasa disebut pakaian lambu.  Pada bagian bawah rok merah terjuntai kebawah, sedangkan untuk atasnya sendiri menggunakan blus berlengan panjang. Agar menambah kesan indah ditambahkan berbagai aksesoris dari ujung kaki hingga ujung kepala yaitu :

  • Langsonggilo (tusuk konde)
  • Tole-tole (anting)
  • Pewatu busoki (konde)
  • Mala (gelang)
  • Siasi (cincin)

Sedangkan untuk kaum laki-laki menggunakan kemeja yang dikenakkan dengan rapi. Pada bagian bawah menggunakan celana panjang warna merah yang pada bagian pinggang ditambahkan ikat pinggang atau biasa disebut sulepe. Untuk bagian kepala menggunakan penutup kepala atau disebut bate.

#3 Pakaian adat Toli-Toli

pakaian adat sulawesi tengah

Pakaian adat tradisional wanita dari suku Toli-Toli yaitu berupa Badu atau blus lengan pendek dengan lipatan-lipatan kecil yang dihiasi manik-manik dan pita emas. Umumnya, pemakaian blus ini dipadukan dengan bawahan berupa Puyuka atau celana panjang yang dihiasi pita emas dan manik-manik, ban pinggang berwarna kuning, serta lipa atau sarung sebatas lutut. Tidak cukup sampai disitu, ditambahkan pula selendang atau silempang yang disampirkan pada bagian bahu dan juga beberapa aksesoris pendukung seperti anting, kalung, dan gelang yang terbuat dari manik-manik.

Pakaian adat tradisional Sulawesi Tengah dari kaum pria suku Toli-Toli yaitu berupa blus lengan panjang dengan leher tegak yang dihiasi dengan pita emas dan manik-manik berwarna kuning yang dipadukan dengan bawahan berupa puyuka atau celana panjang. Ditambahkan pula penggunaan sarung sebatas lutut serta Sanggo sebagai penutup kepala.

Baca Juga: Pakaian Adat Betawi

Keunikkan dan ciri khas yang ada pada pakaian adat Sulawesi Tengah merupakan warisan budaya dari nenek moyang untuk kita jaga dan rawat. Karena setiap daerah memiliki budayanya sendiri dan tentunya kapan lagi kalau tidak dimulai dari sekarang kita mulai mengenal dan melestarikannya.

Dwisara
Dwisara A Wife, Learner and Dreamer .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.