Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat/ NTB Beserta Gambar dan Penjelasan

Halo guys. Artikel ini akan membahas menganai pakaian adat yang berasal dari Nusa Tenggara Barat. Untuk kamu yang lagi mencari informasi mengenai pakaian adat Nusa Tenggara Barat mari baca artikel ini sampai selesai yaa. semoga bermanfaat dan selamat membaca guys.

Apakah kamu sudah tahu tentang Nusa Tenggara Barat?

Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang menjadi gugusan dari kepulauan Nusa tenggara yang mana miliki pulau – pulau kecil. Nusa Tenggara Barat dikelilingi oleh 2 pulau besar, yaitu pulau Lombok dan pulau Sumbawa. Provinsi Nusa Tenggara Barat masih memiliki budaya yang khas dan masih dilestarikan sampai hari ini. Salah satu buktinya ialah pakaian adat khas Nusa tenggara barat.

#1 Pakaian Adat Suku Sasak

pakaian adat nusa tenggara barat

Pakaian khas suku sasak ini sering disebut dengan pakaian adat lambung dan pegon. Penasaran bukan? yuk simak ulasan dibawah ini.

Pakaian adat lambung untuk wanita

Pakaian ini dikenakan khusus untuk wanita dalam menyambut tamu dan upacara adat mendakin atau nyongkol. Atasan yang digunakan yaitu baju berwarna hitam dengan krah berbentuk huruf V dan tidak memiliki lengan. Untuk aksesorisnya menggukan manik – manik yang terletak dibagian tepi jahitan. Bahan yang digunakan pada pakaian adat ini adalah kain pelung yang mana dipadu padankan dengan selendang bercorak ragi genep di bahu kanan ataupun kiri. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat selendang ini ialah kain songket khas suku sasak.

Pada bawahannya menggunakan kain panjang yang cara pemakaiannya dengan membalutkan dibagian pinggang. Motif yang digunakan menggukan bordir kotak – kotak atau segitiga dibagian tepi. Untuk membalutkan kain menggunakan bantuan berupa sabuk atau sering disebut dengan sabuk anteng yang berupa kain dan ujungnya dijuntaikan di pinggang kiri.

Aksesoris untuk melengkapi keindahan pakaian NTB ini adalah sepasang gelang tangan dan gelang kaki dari bahan perak. Kemudian anting – anting berbentuk bulat yang terbuat dari daun lontar. Selanjutnya bunga mawar atau cempaka yang mana diselipkan dibagian sanggul bermodel punjung pliset.

Pakaian adat Pegon untuk pria

Berbeda dengn pakaian adat lambung yang mana dikenakan oleh wanita, untuk pakaian adat pegon khusus digunakan untuk pria. Pakaian ini sering dibicarakan bahwa muncul karena adaptasi dari kebudayaan eropa dan jawa kemudian terbawa ke Nusa Tenggara Barat. Kenapa bisa begitu? karena bentuk atasan yang berupa jas hitam kemudian dilengkapi dengan bawahan berupa cute. Cute dibuat dengan bahan kain pelung yang memiliki motif nangka.

Aksesoris untuk melengkapi pakaian ini yaitu berupa ikat kepala yang bernama capuq, memiliki bentuk mirip dengan udeng khas Bali. Selanjutnya ikat pinggang bernama leang yang berupa kain songket bersulamkan benang emas dan yang paling utam yaitu keris yang diselipkan dibagian samping atau belakang ikat pinggang. Khusus untuk para pemangku adat ditambahkan selendang umbak berwarna putih, merah, dan hitam yang memiliki panjang hingga 4 meter.

Baca Juga: Pakaian adat Gorontalo

#2 Pakaian Adat Suku Bima

pakaian adat nusa tenggara barat

Pakaian adat suku bima ini sering disebut dengan sebutan Rimpu. Ini membuktikan bahwa pengaruh kebudayaan Islam di masyarakat suk bima sangat kuat dikala itu. Pakaian ini berbentuk menyerupai mukena yang mana bagian atas menutupi kepala hingga perut dan baigan lainnya menutupi perut hingga kaki. Rimpu terdiri dari 2 jenis sesuai kegunaannya, yaitu rimpu cili yang digunakan oleh kaum wanita yang belum menjalani pernikahan. Kemudian untuk rimpu colo digunakan oleh kaum wanita yang telah menjalani pernikahan. Perbedaan dari kedua ini ialah rimpu cili menutupi seluruh bagian tubuh kecuali bagian mata sedangkan untuk rimpu colo menutupi seluruh tubuh kecuali bagian wajah.

Sekian dulu guys artikel ini, jika kamu merasa ini sangat membantu anda jangan lupa untuk di share ke teman – teman lainnya yaa. Salam hangat.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.