Kumpulan Lagu Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) Beserta Lirik dan Maknanya

608
Kumpulan Lagu Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) Beserta Lirik dan Maknanya
ngopibareng.id

Sulawesi Tengah atau yang biasa kita sebut Sulteng merupakan bagian dari provinsi yang berada di Pulau Sulawesi yang letaknya berada di bagian tengah pulau.

Provinsi ini beribukota Palu dan merupakan wilayah terluas di antara semua provinsi yang berada di Pulau Sulawesi.

Bahkan saking luasnya, terdapat beberapa bandar udara (bandara) yang beroperasi baik untuk penerbangan domestic maupun internasional seperti Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie, Bandar Udara Kasiguncu, Bandar Udara Sultan Bantilan, Bandar Udara Pogogul, Bandar Udara Tanjung Api, Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, dan Bandar Udara Maleo.

Provinsi ini terdiri dari beberapa kabupaten dan kota seperti Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Donggala, Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong, Poso, Sigi, Tojo Una-Una, Tolitoli, dan Kota Palu.

Wilayahnya yang luas tersebut tak ayal menjadikan provinsi ini menjadi salah satu provinsi yang kaya akan alam dan budayanya.

Selaras dengan semboyan yang dimiliki provinsi ini yaitu Nosarara Nosabatutu yang memiliki arti Bersama Kita Satu.

Kekayaan alam yang dimiliki provinsi ini terbukti dari beberapa kawasan taman nasional yang dibangun untuk pelestarian alam yang dimiliki, yaitu Taman Nasional Lore Lindu di Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi, serta Taman Nasional Kepulauan Togean di Kabupaten Tojo Una-Una.

Selain itu, posisi Pulau Sulawesi yang merupakan zona perbatasan unik di wilayah Asia Oceania ini membuat flora dan fauna yang dimiliki berbeda jauh dengan flora dan fauna yang terbentang di Asia dengan batas Kalimantan.

Terdapat beberapa binatang khas seperti anoa yang mirip kerbau, monyet tonkena Sulawesi, kuskus marsupial, burung maleo yang bertelur pada pasir yang panas, babi rusa, dan masih banyak lagi.


Lagu Daerah Sulawesi Tengah


Tak terkecuali dari seni dan budaya yang dimiliki oleh provinsi ini, beberapa tari-tarian khas dan lagu-lagu daerah turut mewarnai keberagaman di Sulawesi Tengah.

Berikut ini beberapa lagu daerah khas dari Sulawesi Tengah yang sarat akan makna:

1. Tondok Kadadianku

Tondok Toraya
Iamo tondok mala’bi
Melo tampana maballo garagana
Natikui buntu sia narande Lombok
Tondok manaman tae’ tongan susinna

Tondok soraya
Tondok kadadianku
Iamo tondo kunii ditibussanan
Tondok nanai torro indo’Ambe’ku
Sisola mintu’ siulu’ sia sangbara’ku

Moi angku male lako pandangna tau
Inang la tongtong laku pa lan penangku
Moi bulawan dio pandangna tau
Inang tang pada Tondok kadadianta

Lirik yang tercantum dalam lagu ini memiliki arti yang mendalam bagi masyarakat setempat. Keadaan lingkungan dan budaya masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh adat istiadat digambarkan dalam lagu ini.

Tana Toraja yang dikenal dengan keindahan alamnya dan juga falsafah hidup serta budaya yang turun temurun masih dilestarikan hingga saat ini seolah diwakilkan dalam lagu tersebut.

2. Tananggu Kaili

Tananggu Kaili Tananggu Potove
Katuvuku sampe nabose
Peari ino nte papa ante salara

Tananggu Kaili Tananggu Potove
Ira nggaluku nonggave-nggave
Balumba no ende ende

Kaili merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia yang mendiami sebagian besar wilayah Provinsi Sulawesi Tengah seperti Palu, Donggala, dan Sigi. Lagu yang diciptakan oleh Hasan Bahasyuan ini menggambarkan tentang tanah Kaili.

3. Palu Ngataku

Palu ngataku, ponturo ntupuku
Sampe nomakumpu
Ponturo ntuamaku

Ante tinaku
Ante sararaku

Dako ringgauluna Nato lelemo sangana
Nadea haselena
Nagataku nasugi, Ngataku nagaya
Karona ritatangana

Ane rireme nuvula
Ritalinti bonaroa
Najadi niposintomuka
Rana nte kabilasa

Rikmatayona, Nte rikasoloana
Naroso kasintuvuna
Mau yaku ringatan ntona, Ngatan ntona naroa
Palu kana ko tora tora

Mau yaku ringatan ntona, Ngatan ntona naroa
Palu kana ko tora tora

Sebagian besar lirik yang terdapat dalam lagu ini menceritakan tentang kota Palu yang selalu diingat dan penuh kenangan bagi seseorang yang lahir di Palu dan kemudian merantau ke negeri orang.

Penggambaran keindahan kota ini ketika malam hari di pinggir pantai dan sungai juga termaktub dalam lirik tersebut yang secara tidak langsung memberikan gambaran bahwa Palu lokasinya berada di pinggir pantai dan dibelah oleh Sungai Palu.

Persatuan masyarakat dan kekayaan alamnya menghadirkan rindu yang mendalam bagi perantau tersebut.

4. Tope Gugu

Tope tope gugu
Lagaligo hointado
Hoinalenga pompiri
Pompiri….

Ane manutina nitu
Tunu bokukande atena
Atena jokulau ampena
Ampena kupakei kupatente lau
Lau ambe jara nipakei tina ala
Ala makancara riasenaiopa
Topamalajong malajong pulo mada
Mada padongkonailawe
Mada padongkonailawe

Lagu ini memiliki makna perjuangan. Dalam lirik lagu tersebut menggambarkan tentang perjuangan para pahlawan di daerah tersebut yang memiliki keberanian tinggi. Lagu ini sangat bagus untuk menjadi renungan.

5. Posisiani

Ekamai-mai puramo kita Moende endemo
Moendeka posisani ala kita mosisani
Ee Rand ante Kabilasa totuatu ante ngana
Moende nte dambalara ala malindo lara

Moendeka Posisani ala kita mosisani
Racoba mo nte sanggani pasti marua nggani
Moendeka Posisani ala kita mosisani
Racoba mo nte sanggani pasti marua nggani

Posisiani memiliki makna perkenalan dan menceritakan tentang tarian perkenalan untuk semua orang baik remaja pria, wanita, anak-anak, maupun orang tua.

Lagu ini sering diartikan menari untuk saling berkenalan dan diilhami dari Tari Dero yang merupakan salah satu tari muda-mudi Sulawesi Tengah.

Tari ini ditarikan oleh sekelompok orang secara melingkar yang kemudian setiap penari saling menggenggam tangan satu sama lain dan melangkahkan kaki ke kanan dan kekiri mengikuti irama lagu yang bertempo cepat.

Secara tidak langsung lagu ini sekaligus merupakan ajakan untuk menari bersama agar hati bergembira dan bahagia selalu.

A Wife, Learner and Dreamer .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here