Kumpulan Lagu Daerah Kepulauan Riau (Kepri) Beserta Lirik dan Maknanya

Kumpulan Lagu Daerah Kepulauan Riau (Kepri) Beserta Lirik dan Maknanya

Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi yang termasuk dalam gugusan Pulau Sumatera yang berbatasan langsung dengan Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di sebelah selatan, Malaysia dan Kamboja di sebelah utara, dan Singapura di sebelah barat.

Asal muasal dari nama Riau sendiri cukup unik karena diambil dari kata “riuh” yang artinya ramai. Nama ini berkembang sejak masa colonial karena dahulunya Kepulauan Riau merupakan pusat perdagangan dan keramaian.

Provinsi ini secara kekayaan sumber daya alamnya merupakan salah satu sumber daya alam mineral dan energy yang memiliki potensi relative cukup besar.

Bahkan di provinsi ini dapat ditemukan berbagai macam tambang lainnya seperti gas alam, minyak bumi, bauksit, timah, pasir besi, pasir, kuarsa, dan granit.

Selain alamnya yang kaya, provinsi yang secara administrative terdiri dari Kabupaten Bintan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, Kota Batam, dan Kota Tanjung Pinang ini juga terkenal kaya akan pariwisatanya yang berupa keindahan alam seperti pantai.


Lagu Daerah Kepulauan Riau


Bahkan beberapa keindahan alam yang terdapat di provinsi tersebut diabadikan dalam beberapa lagu daerah seperti di bawah ini:

1. Segantang Lada

Segantang lada namanya kepulauan Riau
Segantang lada namanya kepulauan Riau

Ibukotanya di Pulau Bintan
Ibukotanya di Pulau Bintan

Hati gelisan nan risau
Hati gelisah nan risau

Bila dikenang wajahmu tuan
Bila dikenang wajahmu tuan

Lagu daerah yang berasal dari Kepulauan Riau karya Drs.Daud Kadir ini menjelaskan secara geografis bahwa ibukota provinsi ini terletak di Pulau Bintang tepatnya di Tanjungpinang.

Kemudian pada lirik selanjutnya menggambarkan kerinduan yang dirasakan oleh seorang pria atau wanita keepada pujaan hatinya.

Lagu yang relative sederhana dan mudah dihafal ini seperti menjadi lagu wajib bagi penduduk di provinsi tersebut bahkan sudah diajarkan sejak bangku Sekolah Dasar.

2. Pantai Solop

Terkuak indah alam membentang
Di rantau bumi sri gemilang
Pulau Cawan aduhai negeri Mandah
Pantai Solop berbilang pesona

Pasirnye… kilau kemilau
Serpihan kulit satwa lautnye
Bermain ombak aduhai tercerlah bakau
Terhampar putih eloknye bagai permate…

Nuanse alamnye bagai surgawi…
Membawe teduh suasane hati…
Kicauan burung nyanyian sunyi
Pantai soloooop… rahmat Ilahi

Penduduknye ramah juge berbudi…
Pancaran budaya khasanan negri…

Lestarikanlah… warisan ini…
Pantai soloooop…, soloooop…, soloooop…
Pantai sejati…

Lagu Melayu yang merupakan ciptaan HM Rusli Zaenal ini secara gamblang menggambarkan keindahan dari Pantai Solop.

Bahkan keindahan alam di pantai ini diibaratkan seperti surga yang membawa suasana hati menjadi teduh.

Pasir putihnya yang seperti berkilau, ombaknya yang aduhai, kicauan burung yang terdengar merdu seolah melengkapi keindahan alam di pantai tersebut.

Selain itu, penduduknya yang ramah dan juga berbudi menjadi salah satu keunggulan budaya negeri yang patut untuk dilestarikan.

3. Pulau Bintan

Pulau lah Bintan… ala sayang
Lautnya biru… alahai adek
Pulau Penyengat… ala sayang
Jelas melintang…

Hati ku bimbang… ala sayang
Bertambah rindu… alahai adek
Semakin diingat… ala sayang
Semakin bimbang…

Hiu-hiu di lautan biru
Beranaklah due… ala sayang
Hatiku rindu…
Apelah abetnye…

Pulau lah Bintan… ala sayang
Gunungnya tinggi… alahai adek
Tempat semayam… ala sayang
Pahlawan Melayu…

Sudah kutimbang… ala sayang
Di dalam hati… alahai adek
Tuan seorang… ala sayang
Penawar rindu…

Hiu-hiu di lautan biru
Beranaklah due… ala sayang
Hatiku rindu…
Apelah obatnye…

Hiu-hiu di lautan biru
Beranaklah due… ala sayang
Hatiku rindu…

Pulau Bintan merupakan salah satu pulau yang tergabung dalam bagian dari gugusan Kepulauan Riau.

Lagu ini secara jelas menggambarkan keindahan Pulau Bintan yang dikelilingi birunya laut yang memikat siapa pun yang memandangnya.

Keindahan alam laut dan gunung yang ada di pulau ini membuat siapapun yang pernah ke sana akan merasakan kerinduan yang mendalam.

4. Soleram

Soleram
Soleram
Soleram
Anak yang manis
Anak manis janganlah dicium sayang
Kalau dicium merah lah pipinya

Satu dua
Tiga dan empat
Lima enam
Tujuh delapan
Kalau tuan dapat kawan baru sayang
Kawan lama ditinggalkan jangan

Soleram merupakan salah satu lagu daerah yang sangat populer di Riau. Lagu ini sarat akan makna dan nasehat karena isinya berupa pesan kepada anak-anak yang hendak tidur.

Beberapa amanah pesan yang disampaikan dalam lagu ini adalah agar anak-anak dapat menjaga kehormatannya, menjaga harga dirinya, dan mempertahankan malu sebagai budayanya.

Selain itu, penting sekali untuk senantiasa menyambung tali persaudaraan dan menghindari perpecahan antar golongan.

Pada bagian penutup lagu, terdapat pesan agar melestarikan budaya yang mencerminkan identitas bangsa.

5. Lancang Kuning

Lancang kuning
Lancang kuning berlayar malam
Hey…! Berlayar malam

Lancang kuning
Lancang kuning berlayar malam
Hey…! Berlayar malam

Haluan menuju, haluan menuju
Kelaut dalam
Haluan menuju, haluan menuju
Ke laut dalam

Lancang kuning berlayar malam
Lancang kuning berlayar malam

Kalau nahkoda
Kalau nahkoda kuranglah faham
Hey…! Kuranglah faham

Alamatlah kapal, alamatlah kapal akan tenggelam
Alamtlah kapal, alamatlah kapal akan tenggelam

Lancang kuning berlayar malam
Lancang kuning berlayar malam

Lancang kuning
Lancang kuning menerkam badai
Hey…! Menerkam badai
Lancang kuning menerkam badai
Hey…! Menerkam badai

Tau kemudi, tau kemudi berpilih tiga
Tall kemudi, tall kemudi berpilih tiga

Lancang kuning berlayar malam 4x

Lancang kuning merupakan julukan bagi kepulauan Riau sehingga hal tersebut menjadi salah satu lagu rakyat yang sangat populer di kalangan masyarakatnya.

Lirik lagu tersebut menggambarkan secara jelas bagaimana seorang nahkoda harus paham ketika melayarkan sebuah kapal.

Hal tersebut pun menjadi filosifi bagi masyarakat Riau untuk menentukan pilihan terhadap seorang pemimpin baik di tingkat RT hingga provinsi.

Kearifan Lancang Kuning yang merupakan kearifan lokal Melayu yang universal akhirnya menjadi kearifan milik semua dan untuk semua.

Pesan yang tersirat dalam lirik tersebut adalah bahwa menjadi seorang nahkoda atau pemimpin yang paham itu lebih baik daripada yang pintar.

Leave a Reply