3

Perjanjian Saragosa | Sejarah dan Dampaknya bagi Bangsa Indonesia

Perjanjian Saragosa adalah perjanjian antara Spanyol dan Portugis yang mempermasalahkan kekuasaan perdagangan di kepulauan Maluku.

Perjanjian ini ditandatangani oleh kedua belah pihak yang berkonflik tepat pada tanggal 22 April 1529.

Sebuah perjanjian lahir akibat konflik yang terus menerus berkepanjangan tanpa akhir dan hanya membuat pihak yang berkonflik kehabisan dana dan nyawa.

goingtotehran.com

Atau bisa juga perjanjian yang lahir karena salah satu pihak berhasil memenangkan konflik, dan pihak yang menang tersebut memaksa membuat perjanjian yang ditujukan guna menambah kesengsaraan pihak yang kalah.

Walau banyak orang yang berpendapat bahwa hal ini salah, namun sejarah sudah membuktikan bahwa pihak yang kalah sudah pasti menderita.

Penderitaan akan semakin bertambah ketika mereka duduk di kursi perundingan dan dipaksa untuk menandatangani perjanjian yang sangat menambah kesengsaraan.

Memang itulah akibat daripada konflik, tidak bisa dipungkiri. Akan tetapi, saragosa merupakan sebuah perjanjian yang lahir akibat konflik yang tak berguna.

Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 22 April 1529 oleh perwakilan dari pihak Spanyol dan Portugis.


Sejarah Perjanjian Zaragosa


urusandunia.com

Pada tahun 1512 armada Portugis mendarat di Ambon, Kepulauan Maluku. Kedatangan Portugis disambut baik oleh pemerintah setempat yang saat itu diwakili oleh Kerajaan Ternate.

Namun, lama kelamaan ketika Portugis yang katanya hanya ingin berdagang dengan penduduk setempat, ternyata berubah arah.

Portugis berhasil menguasai penuh sektor perdagangan di Kepulauan Maluku, dan berakibat pada irinya pihak Spanyol yang melihat hasil kerja Portugis.

Saat itu Spanyol berada dekat dengan Kepulauan Maluku, tepatnya di Kepulauan Filipina.

Alhasil, armada Spanyol segera bergerak guna mencari keuntungan ke Maluku seperti yang sudah dilakukan oleh Portugis.

Sayang sekali usaha Spanyol mendapat tentangan dari Portugis dan melahirkan konflik antara kedua pihak ini.

Perang terus bergulir tanpa henti, keuntungan dagang hanya seolah habis digunakan untuk pembiayaan perang. Hasilnya kedua belah pihak melaju menuju meja perundingan.

Tepat pada tanggal 22 April 1529, perjanjian Saragosa (atau dalam bahasa Spanyol adalah perjanjian Zaragoza) pun lahir.

Perjanjian ini ditandatangani oleh pihak Spanyol dan juga Portugis pada tanggal 22 April 1529.

Perjanjian saragosa adalah perjanjian yang dilakukan guna membaharui perjanjian yang sebelumnya yakni tordesillas yang juga ditandatangani oleh bangsa Portugis dan Spanyol.

Semenjak perjanjian tordesillas, memang Spanyol lebih dirugikan. Apalagi setelah kalah dalam perang dalam memperebutkan kekuasaan dari wilayah penghasil rempah-rempah di Indonesia, yakni Maluku.

Keduanya memang bisa dibilang sebagai negara dengan karekter penjelajah.

Pasalnya pihak Indonesia merasa diuntungkan karena adanya perjanjian tersebut.


Dampak dari Perjanjian Saragosa


merdeka.com

Hampir sama seperti perjanjian yang sebelumnya. Adanya perjanjian saragosa juga memicu berbagai dampak yang terjadi.

Bahkan dampak tersebut sangatlah dirasakan oleh Indonesia. Maklum saja, perjanjian tersebut memang terjadi setelah bangsa Spanyol dan Portugis sampai di Maluku.

Wajar kalau kemudian menghasilkan beberapa akibat yang dialami oleh bangsa Indonesia khususnya Maluku.

Akan tetapi, tidak hanya dampak terhadap bangsa Indonesia saja. Perjanjian ini pulalah yang kemudian menghadirkan pendapat bahwa bumi itu bulat.

Hal ini karena terjadinya pertemuan antara kedua bangsa Eropa tersebut di Maluku. Padahal arah pelayaran yang terjadi setelah perjanjian tordesillas berbeda.

Pendapat yang awalnya bumi itu datar, akibat perjanjian saragosa merubah pendapat bahwa bumi itu bulat.

Sedangkan dampak yang didapatkan oleh bangsa Indonesia sendiri imbasnya untuk Maluku.

Dimana setelah sampainya Portugis disusul Spanyol, Maluku menjadi sangat populer di mata dunia.

Bahkan julukan yang melekat pada Maluku berubah menjadi The Richest Islands of the World.

Tidak lain karena Maluku dianggap sebagai wilayah penghasil rempah yang paling banyak di dunia.

Keyword: Perjanjian Saragosa

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.