Kerajaan Bali | Napak Tilas Kisah Kesari Warmadewa hingga Udayana

Kerajaan Bali menjadi salah satu bagian penting dari sejarah kehidupan masyarakat di Bali secara keseluruhan.

Pada bagian pemerintahan kerajaan di Bali juga mengalami pergantian mengingat karena pada masa itu terjadi cukup banyak pertikaian antara kerajaan yang melakukan perebutan daerah kekuasaan mereka.

Kemungkinan yang terjadi saat itu, yaitu pertikaian antara kerajaan Bali pertama yakni Kerajaan Bedahulu dan dilanjutkan dengan Kerajaan Majapahit.

Setelah kerajaan Majapahit runtuh, kerajaan Gelgel mengambil alih dan diketahui dilanjutkan oleh kerajaan Klungkung.

Pada masa Kerajaan Klungkung, terjadi peristiwa yang menyebabkan perpecahan dan mengakibatkan Kerajaan Klungkung terbagi menjadi 8 (delapan) kerajaan kecil yang dikenal dengan sebutan Bali sebagai Swapraja.

Meskipun tidak banyak yang mengetahui sejarah Kerajaan Bali, Kerajaan Bedahulu atau yang disebut juga dengan Kerajaan Bedulu merupakan kerajaan pertama yang muncul di Bali. Kerajaan ini berpusat di Pejeng atau Bedulu, Gianyar, Bali.

Didirikan sekitar abad ke-8 hingga abad ke-14, Kerajaan ini konon merupakan kerajaan yang diperintah oleh satu kelompok bangsawan yang bernama Dinasti Warmadewa, dengan raja pertamanya bernama Sri Kesari Warmadewa.


Kisah Masyarakat tentang Kerajaan Bali


wikiwand.com

Cerita mengenai Kerajaan Bali bersumber dari masyarakat Bali sendiri. Bermula dari ditemukannya beberapa buah cap kecil dari tanah liat dengan berukuran 2,5 cm di daerah Pejeng, Bali. Cap tersebut diperkirakan dibuat pada abad ke-8 M.

Selain itu, prasasti tertua di Bali mencapai angka tahun 882 M, yang menceritakan bahwa perintah untuk membuat tempat pertapaan dan pasanggrahan di Bukit Cintamani.

Tidak tertulis nama raja yang memerintah saat itu di dalam prasasti tersebut. Begitu pula, prasasti yang berangka pada tahun 911 M, yang berisi izin kepada masyarakat Desa Turunan untuk membangun tempat suci sebagai tempat pemujaan Bhattara Da Tonta.

Munculnya Kerajaan Bali tersebut dapat diketahui melalui prasasti Blancong (Sanur) yang memiliki angka tahun 914 M.

Prasasti ini tertulis dalam huruf Pranagari dan Kawi, dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Bali kuno dan Sanskerta.

Raja Bali yang pertama yakni Kesari Warmadewa yang memiliki tahta di istana Singhadwala serta ia juga merupakan raja yang mendirikan Dinasti Warmadewa.

Dua tahun selanjutnya, Kesari Warmadewa turun tahta dan digantikan oleh Ugrasena pada tahun 915-942 M.

Raja Ugrasena tersebut bertahta di istana Singhamandawa. Masa pemeritahannya juga bersamaan dengan pemerintahan Empu Sendok yag berasal dari keluarga Isana di Jawa Timur.


Sejarah Mengenai Tahta Kerajaan


histori.id

Diketahui bahwa Raja Ugrasena meninggalkan 9 prasasti, yang pada umumnya berisi mengenai pembebasan pajak bagi daerah-daerah tertentu.

Setelah Ugrasena, raja yang memimpin Kerajaan Bali selanjutnya adalah Aji Tabanendra Warmadewa tahun 955-967 M.

Raja Aji Tabanendra Warmadewa tersebut memerintah bersama dengan permaisurinya, yaitu Sri Subadrika Dharmadewi.

Selanjutnya, pemerintahan dipegang oleh Jaya singha Warmadewa pada tahun 968-975 M.

Raja Jaya Singha Warmadewa membangun tempat pemandian dari sumber mata air yang berasal dari Desa Manukaya.

Tempat permandian itu disebut dengan Tirtha Empul yang terletak di dekat Tampaksiring.

Raja Bali berikutnya adalah Udayana. Dilihat dari namanya, Udayana diperkirakan merupakan seorang raja yang besar dan berwibawa dan memiliki pengaruh.

Hingga kini namanya diabadikan sebagai nama salah satu universitas terkemuka di Bali.

Udayana memiliki arti penyampai wahyu seperti matahari yang menyinari dengan sinar terangnya kepada umat manusia.

Udayana diketahui menikah dengan Mahendradatta yakni saudara perempuan dari Darmawangsa Teguh dari Medang Kamulan di Jawa Timur.

Pernikahan mereka dikaruniai beberapa putra yakni Airlangga, Marakata, dan Anak Wungsu.

Keyword: Kerajaan Bali

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.