Mengulas Contoh dan Pengertian Korupsi yang Marak Terjadi di Indonesia

Pengertian korupsi tidak saja berkenaan dengan mencuri uang negara, tapi melakukan pemberian sesuatu kepada seseorang sebagai ucapan terima kasih, menyuap untuk mendapatkan sesuatu.

Pernahkah Anda sebagai orang tua murid di akhir tahun ajaran beramai-ramai mengumpulkan uang dengan orang tua murid lainnya untuk membeli sesuatu dan diberikan kepada guru?

Kalau pernah, berarti anda sudah melakukan tindak pidana korupsi. Anda sebagai pelaku sekaligus perencana terjadinya korupsi.

Dalam hal ini apakah negara dirugikan? Tidak sama sekali. Menurut United Nation Convention Against Corruption (UNCAC) atau Konvensi Antikorupsi PBB yang sudah diratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ada 7 jenis korupsi.

Contoh dan Pengertian Korupsi

Mengacu kepada UU NO.31/1990 jo UU NO.20/2001 menyebutkan bahwa korupsi mencakup 6 pengelompokan, yakni:

1. Korupsi yang merugikan negara

pikiran-rakyat.com

Tindak korupsi yang termasuk ke dalam kategori menimbulkan kerugian keuntungan negara pada umumnya dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai jabatan dalam instansi pemerintah.

Mereka mencari untung dengan melawan hukum dan merugikan negara, serta menyalahgunakan jabatan untuk mencari untung dan merugikan negara.

2. Suap-menyuap

radarmadiun.co.id

Tindak pidana korupsi berbentuk suap menyuap ini merupakan salah satu bentuk tindakan korupsi yang menjamur di masyarakat. Praktiknya bisa mudah dijumpai dalam kehidupan sehari.

Bisa saja antara masyarakat dengan pejabat pemerintahan, pegawai pemerintahan dan pejabat di atasnya. Hal ini karena ada kepentingan tertentu.

Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini adalah salah satu kepala daerah yang ditangkap tangan oleh KPK. Sri Hartini mengakui menerima suap seperti mutasi PNS di Setda Pemkab Klaten, rumah sakit, dan instansi lain.

Ada pula jual beli jabatan, mutasi, dan promosi kepala sekolah. Suap-menyuap, bisa juga terjadi antara orang tua murid dengan guru utamanya saat kenaikan kelas.

Orangtua murid bisa saja datang menemui wali kelas agar anaknya mendapatkan nilai bagus. Tak segan-segan ada yang sampai berani membayar dengan uang. Ada pula hakim yang disuap agar bisa meloloskan seorang tersangka.

3. Penggelapan atau penyalahgunaan jabatan

nasional.sindonews.com

Tindak penyalahgunaan jabatan bisa saja dilakukan oleh masyarakat. Dalam institusi pemerintahan, pegawai negeri atau pejabat publik menyalahgunakan uang atau membiarkan penyalahgunaan uang.

Juga pemalsuan bukti untuk pemeriksaan administrasi, penghancuran bukti atau membiarkan orang lain merusak bukti atau membantu orang lain merusak bukti.

Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali dijatuhi hukuman 6 tahun penjara karena penyalahgunaan wewenang dan menggunakan Dana Operasional Menteri (DOM) untuk kepentingan pribadi.

Di lingkungan organisasi, komunitas, atau kelompok-kelompok yang melakukan kegiatan juga bisa terjadi.

Contoh sederhana tindak penggelapan uang ini menuliskan bukti belanja yang jumlahnya lebih banyak atau malah membuat nota baru.

Saat terlibat sebuah kepanitian, bisa saja seseorang meminta kwitansi kosong kemudian ditulis sebagai bukti belanja kebutuhan acara apa saja. Padahal uang itu masuk kantong pribadi.

4. Korupsi berbentuk pemerasan

artikula.id

Pengertian korupsi juga dapat diilustrasikan lewat tindakan pemerasan. Pemerasan ini bertujuan ingin memperkaya diri sendiri tetapi merugikan orang lain.

Seorang pejabat atau pengusaha bisa saja ‘memalak’ aset milik masyarakat agar proyeknya lancar. Namun, lahan milik masyarakat terpaksa digusur dengan ganti rugi yang tak sebanding.

5. Perbuatan curang

hipwee.com

Tindakan korupsi ini adalah melakukan perbuatan agar bisa menyelematkan atau menguntungkan satu pihak. Curang yang biasa terjadi di sekolah adalah menyontek. Ada pihak yang menyerobot tanah milik warga.

6. Benturan kepentingan dalam sebuah pengadaan

procura.id

Pegawai pemerintah, pejabat publik ataupun seseorang yang diberi kekuasaan dan kewenangan malah ikut dalam pengadaan yang seharusnya diurus.

Korupsi menjamur dimana-mana. Bahkan, sebagian koruptor di Indonesia menganggap kalau dirinya tertangkap bahkan akhirnya dijatuhi hukuman, semata mata karena sial atau apes.

Rasa bersalah pun mungkin tidak ada. Koruptor pun malah berkelit dan membantah kesalahan yang diperbuatnya. Efek jera atas hukuman yang dijatuhkan bisa jadi tidak berpengaruh pada diri banyak koruptor.

Sanksi terhadap koruptor sebelumnya bukan untuk berkaca dan tak membuat seseorang takut.

Korupsi dimulai dengan adanya motif atau alasan suatu kebutuhan. Kebutuhan finansial dipicu karena keinginan hidup berlebihan, tuntutan kebutuhan keluarga, atau bahkan ingin kaya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.