7 Unsur Intrinsik Novel ini Wajib Kamu Pahami Jika Ingin Menjadi Novelis

Novel adalah salah satu jenis karya sastra yang paling banyak diminati oleh masyarakat, sehingga menjadikan novel komoditas jenis buku yang paling banyak memiliki penggemar.

Dalam sebuah novel terdapat banyak sekali unsur yang menjadikannya sebagai sebuah karya terstruktur, entah itu unsur intrinsik novel maupun unsur ekstrinsik novel. Nah, pada kesempatan ini marilah kita akan fokus mengupas mengenai unsur intrinsik novel.


Unsur Intrinsik Novel


baabun.com

Ada 8 unsur intrinsik novel yang secara umum sama juga dengan unsur intrinsik cerpen. Beberapa sumber menyebutkan ada 7 unsur intrinsik (tokoh dan penokohan digabung jadi satu) serta ada juga yang hanya menyebutkan 5 unsur saja (tanpa sudut pandang dan gaya bahasa).

Unsur intrinsik novel terdiri dari beberapa sub. Diantaranya adalah tema, tokoh dan penokohan, alur, gaya bahasa, pengaturan atau latar cerita, sudut pandang dan juga amanat. Berikut adalah unsur intrinsik novel dan penjelasannya :

1. Tema

Unsur intrinsik novel yang merupakan pokok permasalahan yang digunakan untuk menyusun cerita dalam novel. Tema dalam novel adalah gagasan utama yang menjiwai seluruh cerita novel. Tema pun melandasi dan melatarbelakangi cerita novel secara keseluruhan.

2. Tokoh dan Penokohan

Unsur ini merupakan pemberian karakter atau watak pada setiap tokoh dalam novel. Tokoh adalah pemeran atau seseorang yang menjadi pelaku dalam cerita novel.

Penokohan adalah penggambaran mengenai tokoh cerita. Tokoh dan penokohan berbeda, jika tokoh adalah pelaku atau karakter dalam novel, maka penokohan adalah cara menggambarkan watak dari tokoh-tokoh tersebut.

3. Alur

tokopedia.com

Alur merupakan unsur intrinsik novel yang berupa rentetan peristiwa dari jalannya novel. Ada beberapa tahapan-tahapan alur atau plot cerita diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Pengenalan/ Eksposisi, dimana pada tahap perkenalan ini penulis akan memperkenalkan tokoh-tokoh yang ada dalam novel.

b. Pertentangan/ Konflik, dimana tahap ini biasanya tokoh utama mulai mengalami konflik dengan tokoh lain, diri sendiri atau dengan yang lain.

c. Pertumbuhan/ Penanjakan, dimana tahap ini biasanya konflik akan semakin melebar dan terjadi beberapa pertentangan antar tokoh.

d. Klimaks/ Puncak Ketegangan, dimana tahap ini terjadi ketegangan masalah yang memuncak sehingga memunculkan kejutan atau hal-hal yang tidak diduga pembaca.

e. Antiklimaks, dimana tahap ini ketegangan akan mulai mereda dan mulai muncul solusi penyelesaian dari masalah yang terjadi.

f. Akhir/ Ending, dimana tahapan ini terjadi penyelesaian konflik dan menandai berakhirnya cerita, bisa berakhir bahagia (happy ending) atau berakhir sedih (sad ending).

Berdasarkan urutan kronologinya, ada beberapa macam-macam alur cerita seperti alur maju, alur mundur, atau alur campuran sebagai berikut:

  • Progresif atau alur maju, yaitu alur cerita yang bergerak maju dimulai dari awal sampai akhir sesuai kronologi waktu.
  • Regresif atau alur mundur, yaitu alur cerita yang bergerak mundur dimulai dari akhir penyelesaian cerita lalu kembali ke awal perkenalan, biasa dikenal dengan istilah kilas balik atau flashback.
  • Alur campuran yaitu perpaduan antara alur maju dan alur mundur dalam satu cerita.

4. Gaya Bahasa

Unsur intrinsik novel yang lain adalah gaya bahasa. Gaya bahasa ini menjadi salah satu alat pengarang untuk dapat menjelaskan tentang cerita dalam sebuah novel. Gaya bahasa dalam novel adalah ciri khas pemilihan kata dan bahasa yang digunakan oleh penulis.

5. Latar

swara.tunaiku.com

Latar merupakan unsur intrinsik novel berupa penggambaran dari suatu pertemuan. Pengertian latar adalah hal-hal yang berkaitan dengan tempat, waktu dan suasana saat berlangsungnya cerita.

Ada 3 jenis latar/ setting yang utama yakni latar tempat, latar waktu, dan latar suasana seperti yang dijelaskan sebagai berikut:

a. Latar tempat yaitu menjelaskan dimana peristiwa dalam novel terjadi, misalnya di rumah, di sekolah, di kota, di jalan dan sebagainya.

b. Latar waktu yaitu menjelaskan kapan peristiwa dalam novel terjadi, misalnya saat pagi hari, malam hari, kemarin, keesokan harinya dan sebagainya.

c. Latar suasana yaitu menjelaskan bagaimana gambaran suasana saat peristiwa dalam novel terjadi, bisa berkaitan dengan perasaan tokoh juga, misalnya suasana ramai, suasana tegang, suasana sedih dan sebagainya.

6. Sudut Pandang

Unsur intrinsik novel sudut pandang atau point of view adalah cara penempatan diri dari pengarang dalam melihat kejadian pada cerita.

Secara umum ada 2 jenis sudut pandang dalam novel yakni sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga sebagai berikut.

a. Sudut pandang orang pertama yaitu cara pengarang menyampaikan cerita sebagai orang pertama. Ciri-cirinya adalah menggunakan kata ganti orang pertama seperti aku, kami, dan sebagainya.

b. Sudut pandang orang ketiga cara pengarang menyampaikan cerita sebagai orang ketiga. Ciri-cirinya adalah menggunakan kata ganti orang ketiga seperti dia, mereka dan sebagainya.

7. Amanat

Unsur intrinsik novel amanat merupakan pesan yang dapat disampaikan dari cerita ke dalam sebuah novel. Amanat bisa disampaikan secara tersurat atau langsung serta secara tersirat atau tidak langsung.

Amanat menjadi unsur unsur penting dalam sebuah karya sastra. Hal ini membuat novel tidak hanya berisi hiburan saja, tapi ada hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik oleh pembaca.

Demikian artikel mengenai unsur intrinsik novel yang telah kami rangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat. Salam!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.